Donor darah mungkin bagi sebagian orang merupakan kegiatan yang
kurang bermanfaat. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa donor darah
merupakan hal yang haram, karena darah kita akan digunakan oleh orang
lain. Bagaimana jika orang yang kita bantu tersebut berperilaku
tercela, bukankah kita juga ikut menanggung dosanya? Karena darah kita
mengalir dalam tubuhnya.
Anggapan tersebut juga pernah
muncul dalam benak saya. Hal yang mengetuk hati saya untuk
menghilangkan semua anggapan tersebut adalah pada saat kakak perempuan
saya melahirkan. Sekitar tahun 2008 yang lalu, kakak saya melahirkan
putranya yang ketiga, proses persalinannya disertai dengan pendarahan.
Hal
ini mengakibatkan kakak saya memerlukan tambahan darah untuk proses
pemulihannya. Saya datang menjenguk dan melihat kondisinya yang sangat
memprihatinkan. Pada saat itu juga, timbul niatan saya untuk ikut
berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Bak gayung bersambut, pada
bulan pebruari 2008 saya bersama teman saya menjadi pembina pramuka di
sekolah.
Agenda rutin waktu itu adalah mengunjungi
kantor PMI Kabupaten Karanganyar. Pada saat mendampingi itu, saya
melakukan uji darah (Golongan darah dan Rhesus). Saya lalu ditawari
untuk donor darah oleh petugas, tanpa pikir panjang saya mengiyakan.
Dan pada saat itu juga saya menjadi pendonor. Tahun 2009, Kegiatan donor
darah saya mulai berkurang karena saya harus melanjutkan kuliah lagi
di Solo. Waktu yang menyebabkan saya tidak sempat untuk sekedar donor
darah.
Akhirnya pada tahun 2010 sampai tahun 2011 paman
saya ada yang operasi batu empedu. Hal ini mengingatkan saya kepada
kejadian kakak saya. Dari kejadian itu, saya mulai aktif lagi donor
darah sampai sekarang. Saat ini saya baru tahu makna “Setetes Darah
Anda, Nyawa Bagi Kami”. Dan saya meyakini bahwa Tuhan menyediakan
banyak sekali ladang untuk beramal, termasuk didalamnya kegiatan donor
darah. Kegiatan donor darah merupakan kegiatan mulia, karena dari
kegiatan yang kelihatannya sepele ini ternyata bergantung berjuta
harapan dari orang lain yang membutuhkannya.
Sumber:
http://ceritapmiku.blogspot.com/2014/04/agus-riyanto-aku-harus-donor-darah.html